Saturday, January 30, 2010

Video Game Dapat 'Merangsang' Otak & Mempertajam Penglihatan




Hasil studi yang dilakukan peneliti asal Chicago, Amerika berpendapat memainkan video games syarat dengan adegan laga (fighting/shooting) dapat mempertajam penglihatan orang dewasa. Selain itu otak juga akan bekerja lebih cepat dan efisien dalam mengenali objek.

Dia menambahkan, orang yang sering menghabiskan waktunya bersama video games menunjukan sinyalemen peningkatan yang berarti. Mereka dapat meningkatkan kemampuan dalam membedakan warna gelap serta dapat membantu seseorang yang mengalami gangguan saat berkendara.

"Normalnya, meningkatkan kinerja penglihatan dalam membedakan sebuah target yakni menggunakan kacamata atau melakukan operasi mata, namun sebenarnya dapat dilakukan hanya dengan memperbaiki optik mata," kata Daphe Bavelier dari Universitas Rochester yang disampaikan di New York dalam studi The Journal Nature Neuroscience.

"Hasil yang kami temukan menunjukan bermain video games laga dapat melatih otak dalam proses pengenalan gambar menjadi lebih efisien. Kemajuan nampak pada bulan terakhir ketika permainan mulai dihentikan.

Dalam penelitian tersebut, terdapat dua tim, masing-masing tim terdiri dari 22 pelajar. Grup A memainkan video games laga "Call of Duty 2" dimainkan oleh Activision Blizzard Inc dan Epic Games "Unreal Tournament 2004". Grup B memainkan games berkarakter Electronic Arts Inc's "The Sims 2", dimana permainan tersebut tidak terlalu membutuhkan kordinasi mata.

Kedua grup bermain selama 50 jam dalam rentan 9 minggu. Hasil yang didapat selama waktu tersebut menyimpulkan bermain video games laga rata-rata mengalami kemajuan 43 persen kemampuan dalam melihat titik warna buram dibanding memainkan The Simp.

Bavelier menyatakan melatih kemapuan otak dengan bermain video games laga, kemampuan menangkap suatu perbedaan menjadi lebih baik 58 persen.

"Ketika seseorang memainkan permainan berkarakter laga, secara tidak langsung mereka telah membuka jalan kinerja otak menjadi lebih tajam.
Permainan itu mendorong manusia mengasah pengapsiran sistem visual semaksimal mungkin," Ungkap Bavelier. (rileks)



Credit : ligagame.com

0 comments: